Inilah cerita hidup sahabat hidupku yang mungkin sekarang sudah jauh dari aku.
Dia adalah mentari(sudah disamarkan), gadis yang dulu begitu dekat dengan aku. Aku sangat mengenalnya, mulai dia lahir sampai dia mulai pisah denganku.
Berawal saat dia melihat cahaya dunia......
Mentari adalah anak pertama dari pasangan keluarga kecil di desa awan. Mentari lahir didua latar belakang keluarga yang berbeda. Keluarga ayahnya beragama X dan keluarga mamanya beragama Y. Selain menjadi anak pertama dia juga menjadi cucu pertama. Kedua eyangnya sangat senang telah memiliki cucu cantik nan mungil. Namun ayahnya merasa sangat menyesal ketika dia tahu bahwa anaknya terlahir sebagai seorang perempuan, bukan karena tidak mau bersyukur kepada Tuhan YME atas karunia yang telah diberi akan tetapi tentang nasib pahit yang harus dihadapi Mentari kalau dia berjenis kelamin perempuan. Dia harus beragama X (seperti tumbal). Mengapa dia harus begitu? Semua berawal ketika ayahnya ingin memeluk agama Y, ayah dari ayahnya sangat marah dan tidak setuju dengan tindakan ayah Mentari namun ayah Mentari sangat kuat pendirian sehingga beliau tetap teguh pendirian. Akhirnya malam itu ayah dari ayah Mentari memperbolehkan keputusan anaknya asal ada syarat yang harus terpenuhi. “Jika anaknya laki- laki maka anaknya boleh beragama X atau Y namun jika anaknya perempuan anaknya HARUS beragama X” dengan berat hati syarat tersebut diiyakan.
Kembali ke kelahiran Mentari, selama kurang lebih 3 tahun Mentari ikut eyangnya ke negri Statosfer. Disana dia jauh dari kedua orangtuanya hanya beberapa kali dalam sebulan dia bisa menemui orangtuanya. Sangat menyedihkan. Menjalani hari- hari dengan dasar agama X yang kuat membuat dia menjadi gadis kecil yang sangat taat beragama. Setiap hari aku melihat dia sangat senang menjalankan rutinitas beragama X. Selama 3 tahun dia menjalankan rutinitas tersebut, namun pada suatu hari ketika dia berada ditengan kedua ortunya dia merasa ada hal lain yang membuat di tertarik. Apa itu?