Total Pageviews

Monday, May 16, 2011

Perjalanan Mentari #3


Pagi ini adalah hari pertama dia masuk TK, mungkin di sekolah itu dia paling kecil namun baginya itu bukan masalah. Sebenarnya dia ingin masuk TK karena teman mainnya semua sudah masuk TK, dia merasa bosan jika paginya cuma dihabiskan sendiri. Awalnya guru TK tersebut menolaknya karena ini adalah TK bukan Playgroup, dengan muka marah Mentari mengeluarkan suara “Aku gak mau Playglup aku mau TK kayak Riko sama Kevin, mereka boleh kok aku gak.  jahat.....” Kemudian Mentari lari masuk kelas dengan PD, dia duduk dan bercanda dengan yang lain seakan dia lupa dengan larangan sang guru.
Seminggu, sebulan dua bulan tiga bulan berlalu. Tak terasa Mentari mulai menaburkan prestasi di TK itu. Teman- temannya juga mulai bertambah tidak hanya anak- anak sekitar rumahnya saja, misalnya saja Rio, Ugik, Samsul anak yang rumahnya sekitar 2 km dari rumah Mentari. Teman Mentari tidak hanya dari TK kecil saja, banyak anak-anak TK besar yang mulai senang dengannya.
Setiap hari sebelum sekolah Mentari mulai melakukan rutinitas lari pagi, sang eyang mulai mendukungnya walau pada awalnya beliau khawatir karena Metari terlalu kecil melakukan hal tersebut. Sebenarnya dia hanya lari-lari dihalaman rumahnya saja.
Sekitar bulan November saat keluarganya merayakan hari besar, Mentari ingin........

Thursday, May 12, 2011

Perjalanan Mentari #2


Apa itu?
Ternyata Mentari tertarik dengan ibadah yg dilakukan kedua orang tuanya. Kurang lebih 1 minggu dia berada di tengah keluarganya, setiap mamanya melakukan ibadah dengan rasa ingin taunya dia berada dibelakang mamanya. Namun suatu hari saat dia melakukan hal tersebut ayahnya bertanya “apa yg kamu lakukan? Jangan kamu lakukan hal tersebut, GAK PANTES!”. Mentari kaget kemudian dia lagi kekamar smbil berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Saat itu umurnya belum ada 3 tahun karena dia lahir di bulan- bulan akhir.
Pagi harinya mata Mentari bengkak dampak dari menangisnya, sekitar pukul 5.30 ayahnya membangunkannya sambil memeluknya erat, Mentari kembali menangis dia tak pernah merasakan kehangatan itu. “Ayah minta maaf ya, ayo lari pagi jangan mentang2 cewek gak mau latihan fisik”. Dengan senyum polosnya mentari beranjak dari tidurnya. Berdo’a karena masih diberi nyawa lalu mencuci mukanya.
Dia memang asing berada disana, sekelilingnya bukanlah lingkungannya semuanya baru. Saat berlari dia terpikirkan sesuatu, esok dia harus kembali. Eyangnya pasti sudah rindu dengannya, Mentari juga kangen dengan semua rutinitas lingkungannya.
Hari ini hari ke7 dia disini, Mentari harus pulang. Mamanya tidak rela melepasnya itu terlihat dari raut mukanya mungkin demikian juga dengan ayahnya namun Mentari tak menemukan raut muka itu. Dalam 7 hari itu Mentari kecil mendapatkan pelajaran yg berharga mulai dari rutinitas agama sang mama dan ayah selain itu dia belajar lari pagi secara rutin :)

Hari-hari setelah dia mendapatkan ilmu baru,.......