Apa itu?
Ternyata Mentari tertarik dengan ibadah yg dilakukan kedua orang tuanya. Kurang lebih 1 minggu dia berada di tengah keluarganya, setiap mamanya melakukan ibadah dengan rasa ingin taunya dia berada dibelakang mamanya. Namun suatu hari saat dia melakukan hal tersebut ayahnya bertanya “apa yg kamu lakukan? Jangan kamu lakukan hal tersebut, GAK PANTES!”. Mentari kaget kemudian dia lagi kekamar smbil berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Saat itu umurnya belum ada 3 tahun karena dia lahir di bulan- bulan akhir.
Pagi harinya mata Mentari bengkak dampak dari menangisnya, sekitar pukul 5.30 ayahnya membangunkannya sambil memeluknya erat, Mentari kembali menangis dia tak pernah merasakan kehangatan itu. “Ayah minta maaf ya, ayo lari pagi jangan mentang2 cewek gak mau latihan fisik”. Dengan senyum polosnya mentari beranjak dari tidurnya. Berdo’a karena masih diberi nyawa lalu mencuci mukanya.
Dia memang asing berada disana, sekelilingnya bukanlah lingkungannya semuanya baru. Saat berlari dia terpikirkan sesuatu, esok dia harus kembali. Eyangnya pasti sudah rindu dengannya, Mentari juga kangen dengan semua rutinitas lingkungannya.
Hari ini hari ke7 dia disini, Mentari harus pulang. Mamanya tidak rela melepasnya itu terlihat dari raut mukanya mungkin demikian juga dengan ayahnya namun Mentari tak menemukan raut muka itu. Dalam 7 hari itu Mentari kecil mendapatkan pelajaran yg berharga mulai dari rutinitas agama sang mama dan ayah selain itu dia belajar lari pagi secara rutin :)
Hari-hari setelah dia mendapatkan ilmu baru,.......
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete